Peranan Lembaga Pemasyarakatan Dalam Pembinaan Ketrampilan Bagi Narapidana

Metode Pembinaan Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Pamekasan. Metode pelaksanaan pembinaan ditentukan setelah Kalapas dan seluruh petugas mengenali latarbelakang narapidana. Pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Pamekasan secara umum sama disebabkan latar belakang narapidana yang relatif sama.

Metode pembinaan tersebut meliputi :
A. Pembinaan berupa interaksi langsung yang sifatnya kekeluargaan antar pembina dengan yang dibina (narapidana). Petugas Lembaga Pemasyarakatan memahami keadaan narapidana yang terenggut kebebasannya dari masyarakat. Hal ini yang menyebabkan dalam melakukan pembinaan kepada narapidana harus berbeda, sebab narapidana masuk LAPAS dengan kasus yang berbeda dan memiliki latar belakang yang berbeda pula. Petugas LAPAS dalam membina narapidana dengan interaksi langsung yang sifatnya kekeluargaan agar narapidana merasa tidak diasingkan dan narapidana dapat menerima pembinaan yang diberikan.

B. Pembinaan bersifat persuasif edukatif yaitu berusaha merubah tingkah lakunya melalui keteladanan dan memperlakukan adil diantara sesama mereka sehingga menggugah hatinya untuk melakukan hal-hal yang terpuji, menempatkan warga binaan pemasyarakatan (narapidana) sebagai manusia yang memiliki potensi dan memiliki harga diri dengan hak-hak dan kewajibannya yang sama dengan manusia lainnya. Narapidana dibina untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi setelah bebas dari LAPAS. Petugas tidak membeda-bedakan narapidana satu dengan yang lainnya agar tidak terjadi kesenjangan diantara narapidana.

C. Pembinaan berencana, terus menerus dan sistematis. Pembinaan yang dilakukan LAPAS sudah terencana dengan baik, setiap pembinaan dilakukan terus menerus sampai narapidanamenguasai pembinaan yang diberikan. Ketika narapidana sudah menguasai ketrampilan yang diberikan, narapidana tersebut sebelum habis masa pidananya akan menularkan ilmu yang sudah didapat ke narapidana yang lain yang baru belajar dengan didampingi petugas